|
Toleransi dalam berbagai kehidupan
|
Dunia sekarang sedang
diuji oleh kelaparan dan kemiskinan dari satu segi dan di segi lain dengan
penghamburan kekayaan dan kesombongan. Banyak manusia saat ini sudah lupa akan
peristiwa sejarah masa lalu yang kelam, dunia dirusak oleh manusia-manusia yang
serakah. Contoh seperti Perang Dunia I, Perang Dunia II.
Sikap dan perilaku
toleransi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun kita berada,
baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, bahkan
berbangsa dan bernegara.
Di bawah ini
saya akan memberikan contoh-contoh pengamalan toleransi dalam berbagai aspek
kehidupan.
1. Dalam Kehidupan Keluarga
Berikut ini adalah gambar-gambar tentang pengamalan toleransi dalam keluarga,
Berikut ini adalah gambar-gambar tentang pengamalan toleransi dalam keluarga,
2. Dalam
Kehidupan Sekolah
Sama halnya dengan kehidupan keluarga. Kehidupan
sekolah pun dibutuhkan adanya toleransi baik antara kepala sekolah dengan guru,
guru dengan guru, kepala sekolah dengan murid, guru dengan murid maupun murid
dengan murid. Toleransi tersebut dibutuhkan untuk terciptanya proses
pembelajaran yang kondusif, sehingga tujuan dari pendidikan persekolahan dapat
tercapai
Adapun
contoh-contoh toleransi dalam kehidupan sekolah antara lain:
a. Mematuhi
tata tertib sekolah.
b. Saling
menyayangi dan menghormati sesama pelajar.
c. Berkata yang
sopan, tidak berbicara kotor, atau menyinggung perasaan orang lain.
Dibawah ini adalah contoh gambar tentang para pelajar
SMA yang saling menghargai satu sama lainnya walau pun salah satu diantara
mereka ada yang tidak bisa jalan hanya bisa duduk di kursi roda, tetapi mereka
teman-temannya merasa peduli dan rela menolongnya
3. Dalam Kehidupan di Masyarakat
Cobalah kita renungkan dan kita sadari mengapa terjadi peristiwa seperti
tawuran antar pelajar di kota-kota besar, tawuran antar warga, peristiwa atau
pertikaian antar agama dan antar etnis dan lain sebagainya. Peristiwa-peristiwa
tersebut merupakan cerminan dari kurangnya toleransi dalam kehidupan
bermasyarakat.
Jadi toleransi dalam kehidupan di masyarakat antara lain, yaitu:
Jadi toleransi dalam kehidupan di masyarakat antara lain, yaitu:
a.
Adanya sikap
saling menghormati dan menghargai antara pemeluk agama.
b.
Tidak
membeda-bedakan suku, ras atau golongan.
Pada
gambar no. 1 menggambarkan tentang masyarakat bersatu dan berkumpul
dengan perbedaan agama. Sedangkan di gambar yang ke-2 menggambarkan perkumpulan
masyarakat yang berbeda profesi atau pekerjaan, ada yang bekerja sebagai
petani, dokter, dll.
4. Dalam Kehidupan Berbangsa dan
Bernegara
Kehidupan
berbangsa dan bernegara pada hakikatnya merupakan kehidupan masyarakat bangsa.
Di dalamnya terdapat kehidupan berbagai macam pemeluk agama dan penganut
kepercayaan yang berbeda-beda. Demikian pula di dalamnya terdapat berbagai
kehidupan antar suku bangsa yang berbeda. Namun demikian perbedaan-perbedaan
kehidupan tersebut tidak menjadikan bangsa ini tercerai-berai, akan tetapi
justru menjadi kemajemukan kehidupan sebagai suatu bangsa dan negara Indonesia.
Oleh karena itu kehidupan tersebut perlu tetap dipelihara agar tidak terjadi
disintegrasi atau terpecah belahnya suatu bangsa.
Adapun toleransi dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara antara lain:
a. Merasa senasib sepenanggungan.
b. Menciptakan persatuan dan kesatuan,
rasa kebangsaan atau nasionalisme.
c. Mengakui dan menghargai hak asasi
manusia.
Sikap toleransi yang bisa ditanamkan pada siswa yaitu
dengan cara :
1. Menugaskan
siswa untuk mengunjungi teman yang sakit
Manusia adalah mahluk sosial. Dengan demikian ia tidak bisa berdiri sendiri,
satu sama lainnya saling membutuhkan. Manusia yang satu dengan lainnya
mempunyai corak yang berbeda, demikian kedua-duanya mempunyai kepentingan
yang sama dalam menjalani kehidupannya.
Dalam mengejar kepentingan ada norma atau etika manusia sebagai makhluk yang
berbudaya. Contohnya manusia bergaul dengan sesamanya. Manusia harus bergaul,
sebab pergaulan amat penting dan dibutuhkan, tanpa ini manusia belum lengkap
menjalankan kehidupannya. Dengan lain perkataan manusia tidak dapat hidup
sendiri tetapi manusia harus bersatu.
2. Membantu orang lain yang membutuhkan
pertolongan.
Manusia hanya akan mempunyai arti apabila hidup bersama-sama dengan manusia
lainnya di dalam masyarakat. Seperti yang jelaskan tadi, memang sulit
dibayangkan apabila manusia hidup menyendiri tanpa berhubungan dan bergaul
dengan manusia lainnya. Oleh sebab itu mari kita hidup bermasyarakat,
bekerjasama tolong menolong bahkan harus bersikap toleran dalam berbagai aspek
kehidupan. seperti misalnya ada seorang pengemis ke rumah , Anda memberinya
dengan ikhlas.
3. Mengunjungi
teman yang sedang merayakan hari besar agama walaupun berbeda agama.
Hari-hari yang menyentuh hati, perasaan dan kegembiraan sekaligus menyenangkan adalah pada saat-saat kita menunggu tiba datangnya hari raya. Sudah pasti setiap insan yang beriman merasakan betapa indahnya pada hari itu, dunia terasa damai dan tenteram. Anak-anak bernyanyi menari dan tertawa riang gembira. Begitu juga para remaja, pemuda dan pemudi, orang dewasa bersiul dan bernyanyi melupakan hari-hari yang penuh kesunyian dan kesibukan. Bagi yang beragama Islam melantunkan menyebut asma Allah Allahu Akbar dan mengucapkan takbir dan tahmid.
Hari-hari yang menyentuh hati, perasaan dan kegembiraan sekaligus menyenangkan adalah pada saat-saat kita menunggu tiba datangnya hari raya. Sudah pasti setiap insan yang beriman merasakan betapa indahnya pada hari itu, dunia terasa damai dan tenteram. Anak-anak bernyanyi menari dan tertawa riang gembira. Begitu juga para remaja, pemuda dan pemudi, orang dewasa bersiul dan bernyanyi melupakan hari-hari yang penuh kesunyian dan kesibukan. Bagi yang beragama Islam melantunkan menyebut asma Allah Allahu Akbar dan mengucapkan takbir dan tahmid.
Di Indonesia perayaan hari-hari besar agama sudah menjadi bagian dari kehidupan
masyarakat dan bangsanya, khususnya para pemeluk agama dan kepercayaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Perayaan hari-hari besar agama telah mendapatkan tempat
yang baik dalam hati sanubari bangsa Indonesia, bahkan memasyarakat. Perayaan
hari besar agama tersebut menjadi adat masyarakat karena perayaan tersebut
dipandang mempunyai arti yang penting bagi kemajuan hidup manusia.
Hari-hari besar yang diperingati
oleh:
a.
Umat Islam
antara lain: Maulud Nabi Muhammad SAW., Isra Mikjraj, Nuzulul Qur’an, Tahun
Baru Muharam, Idul Fitri, dan Idul Adha.
b.
Umat Kristen
antara lain: Natal, Paskah, dan Pantekosta.
c.
Umat Hindu
antara lain: Hari Raya Nyepi, Galungan, Kuningan, Sraswati, dan Pagerwesi.
d.
Umat Budha
antara lain: Waisak.
e.
Umat Khong
Hu Cu antara lain: Imlek.
Terhadap perayaan hari-hari besar agama tersebut, kita yang menganut agama yang
berbeda-beda tentu akan mengalami teman-teman kita yang sedang merayakan
hari-hari besar agamanya Oleh karena itu tidak ada larangan bagi kita yang
beragama Islam untuk mengunjungi teman kita yang sedang merayakan hari besar
agamanya meskipun berbeda agama. Demikian pula sebaliknya teman kita pun boleh
mengunjungi hari besar agama kita. Namun yang terpenting adalah ketika kita
mengunjungi peringatan hari besar agama teman kita yang berbeda agama, kita
jangan ikut dalam melakukan peribadatan, karena itu bertentangan dengan makna
toleransi beragama.
berikut contoh-contohnya baik dalam kehidupan
sehari-hari di keluarga, sekolah, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara.
KETERKAITAN PERILAKU TOLERANSI DENGAN NILAI
MORAL LAINNYA
Toleransi berasal dari bahasa Latin; tolerare artinya menahan diri, bersikap
sabar, membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap
orang-orang yang memiliki pendapat berbeda. Sikap toleran tidak berarti
membenarkan pandangan yang dibiarkan itu, tetapi mengakui kebebasan serta
hak-hak asasi para penganutnya.
Ada tiga
macam sikap toleransi, yaitu:
Negatif: Isi
ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan
saja karena dalam keadaan terpaksa. Contoh PKI atau orang-orang yang beraliran
komunis di Indonesia pada zaman Indonesia baru merdeka.
Positif: Isi ajaran
ditolak, tetapi penganutnya diterima serta dihargai. Contoh kita beragama Islam
wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran
agama kita, tetapi penganutnya atau manusianya kita hargai.
Ekumenis: Isi
ajaran serta penganutnya dihargai, karena dalam ajaran mereka itu terdapat
unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan
sendiri. Contoh kita dengan teman kita sama-sama beragama Islam atau Kristen
tetapi berbeda aliran atau paham.
Selanjutnya
manakah gambar atau ilustrasi di bawah ini yang sesuai dengan sikap toleransi
yang benar
Untuk contoh gambar nomor 1 kita dapat menjawab
aliran-aliran agama yang dianggap sesat baik oleh pemerintah maupun oleh
penganut agama itu sendiri.
Untuk contoh gambar nomor 2 jika kita beragama
Nasrani, kemudian kita diminta oleh teman kita untuk melaksanakan ibadah puasa
di bulan Ramadhan, maka kita wajib menolaknya tetapi teman kita tersebut perlu
dihormati dan dihargai. Itulah contoh yang paling sederhana.
Pada contoh gambar nomor 3 sebaiknya kita memberikan
contoh misalnya ada dua teman kita, yang satu beragama Budha yang satunya lagi
beragama Hindu. Meskipun kedua teman kita itu berbeda agama dengan kita tetapi
perlu dan wajib mereka itu dihargai, demikian pula sebaliknya.
Jika kita memilih gambar nomor 4 berarti kita tepat.
Mengapa, karena memang pada gambar 4 tersebut menunjukkan adanya sikap dan
perilaku toleransi dalam kehidupan beragama.
Toleransi sejati didasarkan pada sikap hormat terhadap martabat manusia, hati
nurani dan keyakinan serta keikhlasan sesama apapun agama, suku, golongan,
ideologi, atau pandangannya. Seorang yang toleran berani mengadakan wawancara
atau berdialog dengan sikap terbuka untuk mencari pengertian dan kebenaran
dalam pengalaman orang lain, untuk memperkaya pengalaman sendiri dengan tidak
mengorbankan prinsip-prinsip yang diyakini.
Kaitannya
dengan sikap saling menghargai dan contoh-contohnya.
Marilah kita renungkan dan amati suasana perikehidupan bangsa Indonesia. Kita
harus merasa bangga akan tanah air kita dan juga kita harus bersyukur kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Kita telah dikaruniai tanah air yang indah dengan aneka
ragam kekayaan alam yang berlimpah ditambah lagi beranekaragam suku, ras, adat
istiadat, budaya, bahasa, serta agama dan lain-lainnya.
Kondisi bangsa Indonesia yang pluralistis menimbulkan permasalahan tersendiri,
seperti masalah SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), paham separatisme,
tawuran ataupun kesenjangan sosial. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia,
kerukunan hidup antar umat beragama harus selalu dijaga dan dibina. Kita tidak
ingin bangsa Indonesia terpecah belah saling bermusuhan satu sama lain karena
masalah agama.
Toleransi antar umat beragama bila kita bina dengan baik akan dapat menumbuhkan
sikap hormat menghormati antar pemeluk agama sehingga tercipta suasana yang
tenang, damai dan tenteram dalam kehidupan beragama termasuk dalam melaksanakan
ibadat sesuai dengan agama dan keyakinannya.
Melalui toleransi diharapkan terwujud ketenangan, ketertiban
serta keaktifan menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinan masing-masing.
Dengan sikap saling menghargai dan saling menghormati itu akan terbina peri
kehidupan yang rukun, tertib, dan damai.
Contoh
pelaksanaan toleransi antara umat beragama dapat kita lihat seperti:
a. membangun jembatan,
b. memperbaiki tempat-tempat umum,
c. membantu orang yang kena musibah banjir,
d. membantu korban kecelakaan lalu-lintas.
a. membangun jembatan,
b. memperbaiki tempat-tempat umum,
c. membantu orang yang kena musibah banjir,
d. membantu korban kecelakaan lalu-lintas.
Jadi, bentuk
kerjasama ini harus kita wujudkan dalam kegiatan yang bersifat sosial
kemasyarakatan dan tidak menyinggung keyakinan agama masing-masing.
Kita sebagai umat beragama berkewajiban menahan diri untuk tidak menyinggung
perasaan umat beragama yang lain. Hidup rukun dan bertoleransi tidak
berarti bahwa agama yang satu dan agama yang lainnya dicampuradukkan. Jadi
sekali lagi melalui toleransi ini diharapkan terwujud ketenangan, ketertiban,
serta keaktifan menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinan masing-masing.
Dengan sikap saling menghargai dan saling menghormati itu, akan terbina
perikehidupan yang rukun, tertib, dan damai.
Toleransi antar umat beragama bila kita bina dengan baik akan dapat menumbuhkan
sikap hormat menghormati antar pemeluk agama sehingga tercipta suasana yang
tenang, damai dan tenteram dalam kehidupan beragama termasuk dalam melaksanakan
ibadat sesuai dengan agama dan keyakinannya.
Pada uraian di atas telah dijelaskan bahwa sikap toleransi tidak berarti
membenarkan orang lain berpendapat lain yang tidak sesuai dengan hak asasi,
karena pengertian toleransi itu sendiri juga berarti suatu sikap perbuatan yang
dilandasi oleh kasih sayang sesama manusia.
Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendiri, sudah pasti memerlukan
orang lain. Contoh: sebagian rezeki kita, datang lewat rezeki orang lain.
Sebagian dari keberlangsungan kehidupan kita, bergantung pada keberadaan orang
lain. Sebagian dari kesuksesan kita, bertumpu kepada kesuksesan orang lain.
Dalam kaitan dengan baik buruknya perilaku kita, ketergantungan itu
juga ada. Setidaknya, kita perlu bantuan orang lain untuk menjadi baik, minimal
sebagai mitra, sahabat, atau saudara yang mengingatkan di kala kita lalai, yang
menuntun kita saat kita tersesat, yang membimbing kita ketika kita kebingungan.
Kaitannya
dengan kerukunan di antara umat beragama, suku, budaya, dan golongan dan
contoh-contohnya.
Norma agama mengajarkan kepada manusia untuk berbuat kebajikan kepada sesama
karena manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki harkat dan martabat
sama serta memiliki akal dan budi yang mulia. Dengan akal dan budinya, manusia
wajib menjalin hubungan baik dengan lingkungan hidupnya, dengan sikap saling
menghormati dan saling mengasihi. Setiap manusia dikaruniai hak-hak asasi yang
harus dihormati oleh orang lain.
Manusia yang percaya dan takwa terhadap Tuhan
Yang Maha Esa akan selalu berbuat baik dan bersikap toleran terhadap manusia
lain.
Dari uraian
di atas marilah kita menyadari bahwa:
- Hidup saling mengingatkan dalam usaha mencapai tata pergaulan yang baik merupakan sikap dan perbuatan yang terpuji.
- Tanpa hidup saling mengasihi dan saling menghormati antara sesama warga masyarakat, kehidupan masyarakat akan menjadi buruk dan rusak. Tentu kita tidak menghendaki . Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengajarkan agar manusia hidup saling menghormati dan saling mengasihi walaupun manusia itu tidak seagama dan sekepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuku, seadat dan sebagainya. Ajaran agama menuntun ke arah perbuatan yang baik saling menghormati bagi sesama manusia di dunia tanpa kecuali.